• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Daisy

Tidak ada yang istimewa dari Lembah Zafra—sebuah dataran sunyi yang lebih sering diselimuti kabut daripada cahaya matahari. Warganya hidup sederhana: beternak, bercocok tanam, dan menghindari masalah. Di dunia yang dihuni oleh pengendali naga, ksatria bayangan, dan penyihir langit, kambing hanyalah… kambing. Hewan bodoh yang suka makan rumput dan loncat-loncat tanpa arah.

Setidaknya, begitu kata semua orang.

Namaku Raka. Aku anak gembala berumur lima belas, tinggal bersama ibuku dan dua puluh ekor kambing tua yang bahkan pasar pun ogah beli. Hidupku biasa—sangat biasa—sampai suatu malam, salah satu kambingku, Si Belang, menatapku dengan mata yang bersinar hijau… dan berbicara lewat pikiranku.

"Akhirnya... kutemukan kau, Tuan Pengendali."

Itu awal dari semuanya. Awal dari pelarian. Dari kejaran para pemburu bayaran. Dari perburuan kekuatan yang tertidur ribuan tahun. Dan awal dari sebuah legenda: sang satu-satunya manusia yang bisa mengendalikan kambing.

Dunia belum tahu, tapi hari itu, seorang superhero lahir.
Dengan jubah penuh rumput dan aroma kambing, tentu saja.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ego admaja.
ego adalah seorang yang aku kenal sejak masuk kuliah. dia adalah orang yang bekerja sebagai koki di salah satu restoran ternama. ego memulai karirnya sebagai pekerja di salah satu minimarket. sekarang ego berkuliah dan bekerja dengan sangait giat. ego suka memancing. dia biasanya mengajak kawan-kawannya untuk ikut memancing bersamanya. ego adalah orang yang rendah diri, dia bisa membuat orang lain bahagia. aku bertemu dengan ego saat martikulasi dari kampus. dia memberanikan dirinya sebagai ketua kelas saat itu, itu lah ego. 

ego pernah bermimpi untuk masuk ke dalam organisasi kampus (BEM). tetapi impian ego sirna karena ego harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. ego mempunyai semnagat yang tinggi dalam membangun cita - citanya.

ego sangat mahir bermain game seperti game PUBG. ego pernah mengikuti turnament PUBG dan sayangnya tidak mendapatkan juara. tetapi, ego tidak patah semangat. setiap mendapatkan sinyal ego terus berlatih skill PUBGnya sampai suatu saat ego bisa menjadi Juara Dunia. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
sukur - sukur naik kelas ngak dapat ranking juga ngak papa
nilai juga kagak jelek - jelek amat . pokonya intisari and the core is akirnya bisa naik kelas mencicipi rasanya jadi seenior atau bisa di bilang akak tertua. pas masuk kelas 3 sebenarnya nggak ada yang bisa dikatakan lebih dari apa apa. paling yahhh cuman belajar kayak biasa nggak bisa kerjain tinggal liat punya temen atau minta fotoin terus kirim ke line. mungkin yang jadi beda adalah satu hal yang menjadi ketentuan lulus atau nggak nya kita, tapi perasaan itu juga udh pernah dirasain pas dulu kelas 3 smp. jadi jadi jadi kira kira apa ?. nihhh pertanyaan yang selalu dilontarkan orang tua kita yaang mungkin menjadi hal yang membedakan kita di saat kita berada di ujung tanduk tingkat kelas kita khususnya di ujung tanduk tingkat kelas pas waktu sma "NANTI ABIS LULUS MAU KEMANA ?" ingat banget kalo dulu pas zaman sede a.k.a sekolah dasar paling mudah ngucapin nanti kalo udah gede pengen jadi apa. asal sebut aaja y x g. bahkan saking rakus ya kita nanti besar pengen jadi apa disebutin aja tu satu satu dokter, presiden, guru, tentara, polisi, polwan,... itu yang commonly anak sd ucapin dari dulu sampe sekarang. kaalo bisa dibilang sebenarnya cita cita juga ada tingkatan muga kali ya pas smp liat aja tu nanti pasti bakalan berubah, mungkin uang milih dokter bakalan turun jadi apoteker, yang jadi presiden turun jadi menteri, and so on lah pokoknyaa. nahhh sekarang pas sma, zaman dimana bakalan lupa sendiri dulu sd pernah pengen jadi apa, yaa ngga semua juga sih tapi mostly menurut aku bakalan kayak gitu, jujur aja dah. pas kelas 3 bakalan mikir nanti kuliah dimana sesuai atau nggak dengan passion kita tanpa mikir cita cita yang penting bisa ngikutin tu makul dan ngerti ngerti aja, kebanyakan sih waktu lebaran, aku di saranin untuk masuk polisi karena mempunyai badan yang cukup untuk masuk polisi, tetapi aku tidak/kurang berminat untuk masuk polisi. walaupun sudah banyak keluarga ataupun kerabat yang nyaranin masuk polisi, ortu ku tidak pernah memaksa aku untuk masuk polisi. mereka memberikan aku keputusan sebebas - bebas nya untuk memilih melanjutkan pendidikan kemana. buat kalian yang masih bingung untuk melanjutkan pendidikan, ada sebaiknya memikirkan nya dari sekarang, karena jika sudah saat nya memilih, hati justru mrasakan keragu-raguan. maka dari itu, persiapkan diri kalian untuk memasuki dunia perkuliahan. sekian dan terima kasih untuk para pembaca, salam sok sibuk gabut. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

About me

About Me

Boban, Just for fun.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Sponsor

Facebook

Arsip Blog

  • April 2025 (1)
  • April 2019 (1)
  • Oktober 2016 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates